Kasih Karunia dan Kerasulan – Makna Sejati dari Roma 1.5

Kasih karunia dan kerasulan adalah dua manfaat yang kita terima sebagai hasil dari kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Ini disebutkan oleh Paulus dalam Roma 1.5. Kasih karunia adalah karunia pengampunan dan kerasulan yang gratis adalah kekuatan untuk menyebarkan firman Injil sebagai murid Kristus. Dengan memahami arti sebenarnya dari dua konsep ini kita tumbuh dalam "kepatuhan kita pada iman." Dengan kata lain hasil akhir dari kemuridan kita adalah ketaatan yang terus tumbuh.

Karena itu telah didirikan otoritas Yesus di bumi dan ilahi, yang pertama melalui Daud, yang lain melalui Allah, Paulus sekarang bergerak untuk membahas manfaat dualitas ini kepada para pengikutnya. Dengan bertindak sebagai jembatan dari Tuhan menuju ciptaannya, Yesus memungkinkan aliran kasih karunia, atau pengampunan yang tidak terbatas, dari surga ke bumi. Dengan pengampunan yang tidak terbatas, kita dapat jatuh berkali-kali dan setiap kali dikembalikan ke posisi yang benar melalui ikatan kita dengan Yesus. Ini memungkinkan manusia untuk memenuhi takdirnya bebas dari rantai dosa.

Kedua, kerasulan kita kepada Yesus mengubah kita menjadi utusan firman Allah. Melalui karunia roh, penyembuhan, pengetahuan, kebijaksanaan, nubuat dan lainnya, kita berbagi dalam ukuran kekudusan yang kematian dan kebangkitan Yesus telah dapatkan bagi kita untuk kita. Ini menjadi kesaksian kita dan memungkinkan kita untuk memberikan manfaat fisik kepada para pengikut Yesus dalam suatu pendahuluan dari kerajaan surga. Karena kepercayaan pada Kristus tumbuh maka cahaya kebenaran bersinar lebih terang untuk diikuti orang lain.

Ayat 5 berakhir dengan kata-kata "di antara semua bangsa" (edisi RSV) yang menyatakan bahwa firman Allah itu universal. Dosa di dunia mundur ketika firman Allah tersebar. Jika tidak ada dorongan korektif dari kebaikan Yesus untuk melawan kejahatan di dunia, masa depan umat manusia akan suram. Inilah pentingnya Kekristenan bahwa, melalui anugerah dan kerasulan, itu menetapkan prinsip-prinsip kebaikan yang mutlak di dunia. Paulus di sini sedang menunjukkan pentingnya tugas yang ditetapkan oleh Yesus untuk gerejanya. Melalui kasih karunia dan kerasulan, terang kebaikan menerangi keempat penjuru bumi dan retret dosa.

Paulus, dalam pengantarnya ke Roma, secara pintar merangkum pilar kembar penginjilan Kristen. Mereka adalah bagian yang solid dari misi Kristen kita hari ini sehingga kita kadang-kadang dapat menerima begitu saja, tetapi bagi Gereja Roma, ini barangkali pertama kalinya warisan kuat Kristus telah dijelaskan dalam istilah-istilah seperti itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *